Museum merupakan tempat yang jarang sekali orang meliriknya, bahkan mungkin mendengar kata2 museum saja barangkali sebagian dari kita akan merasa aneh. Tapi tahukah kita?? kalo museum adalah saksi sejarah yang paling tua dan mungkin tetap ada sampai sekarang? Kata orang Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan melupakan jasa para pahlawannya, jadi mungkin museumlah tempat benda-benda yang paling dekat dengan para pahlawan..
Museum Kereta Api terletak di Daerah Ambarawa, di pusat kota kita sebelumnya akan menjumpai museum palagan ambarawa, kalo dari kota semarang, belok ke arah kiri akan segera sampai ke MUseum Kereta Api
Aku punya sedikit Cerita ketika Jalan2 di Museum Kereta Api Ambarawa.
Pertama masuk, kita mesti bayar sejumlah uang di loket, besarnya 3000 rupiah, Murah banget kan? Nomat di Citra 21 aja sekarang 10.000 rupiah. namun dengan uang segitu kita mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah, tidak hanya melulu tertawa atau menangis seperti halnya kita nonton di citra 21.
Masuk di Museum, kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa, ga seperti di stasiun kereta api biasa, ketika kita disana, suasananya terasa berbeda, angin sepoi menyejukkan, ada pedagang makanan, anak kecil yang tertawa, ditambah lagi suasana bangunan seperti tempo dulu, membuat kita serasa kembali kilas balik ke masa lalu.
Di Museum KA Ambarawa kita bisa melihat berbagai macam kereta api zaman dulu, yang berbahan bakar uap, bentuknya juga unik sekaligus lucu.. buatannya pun dari beberapa tahun yang berbeda dan dari perusaaan yang berbeda pula, namun kebanyakan peninggalan dari kolonial Belanda.
Setelah dimanjakan pemandangan, kita bisa memanjakan mata kita dengan berkeliling rawa Pening menggunakan KA kecil, hanya dengan membayar uang 10.000 kita bisa berkeliling melihat pemandangan rawa pening dari kereta, melalui jalur pedesaan dan persawahan, suatu pemandangan yang susah dicari ditengah hiruk pikuk kota Semarang. Sebenarnya ada kereta uap yang asli fdan masih beroperasi untuk tujuan wisata, namun karena ongkos dan biaya operasional terlalu mahal, kereta ini jarang digunakan (Bayangkan saja berapa banyak kayu yang dibutuhkan untuk membuat Kereta ini berjalan dengan tenaga uap??)
Setelah berkeliling, kita bisa makan di pinggir2 stasiun, banyak jajanan yang ditawarkan, mulai dari pecel, bakso, sate kelinci juga ada, mie ayam, pokoknya komplit. kalo sudah kenyang dan mau pulang? kita bisa membeli aneka souvenir di pusat souvenir terdekat, banyak sekali pernak-pernik yang ditawarkan disana, yah meskipun ga selengkap di jl. Malioboro Yogyakarta, namun menarik sekali.
PENASARAN??
MARI KITA KUNJUNGI PENINGGALAN SEJARAH YANG BERHARGA INI !!
Sungguh Peninggalan yang Berharga
•Mei 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentarpertama nge-blog
•Januari 2, 2008 • 1 Komentarni pertama kalinya aku belajar nge blog, ternyata gampang2 susah y, butuh bantuan temen-temen yang bisa mbantu, monggo aku dibantu ya
